Rabu, 07 Januari 2009

Dua Persen Di Kendari Remaja Mengaku Pernah Berhubungan Sex


Kantor Wilaah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ada sekitar dua persen remaja putrid dan putra di kota Kendari yang berusia 14-19 tahun pernah melakukan hubungan sex. Angka tersebut belum termasuk 11 kabupaten dan kota se-Sultra. Sedangkan jumlah remaja di Sultra saat ini mencapai 31,40 persen.

Angka itu jauh lebih tinggi dari angka nasional ang mencapai 34,70 persen (perempuan) dan 30,90 persen (laki-laki). Sedangkan remaja putri dan remaja putra yang bersusia 20-24 tahun lebih tinggi akni 48,60 persen dan 476,50 persen.

Kepala BKKBN Sultra Drs. H. Djohansyah, MM mengatakan perilaku remaja yang melakukan hubungan sex pranikah akibat rendahnya pengetahuan remaja tentang Kesehatan Repoduksi Remaja (KRR) dan hubungan pergaulan bebas. Peran orang tua di rumah sangat penting untuk mengendalikan perilaku putra dan putri remaja mereka.

Menurut Djohansyah, akibat pemahaman yang rendah remaja putri dan remaja putra usia 15-24 tahun yang mengetahui masa subur hana 29 persen dan 32,30 persen, dan yang mengetahui resiko kehamilan jika melakukan hubungan sexsual diusia tersebut adalah 49,50 dan 45,50 persen.

Tidak hanya perilaku sex, separuh atau 2,70 persen dari kasus AIDS di Indonesia adalah kelompok remaja berusia 15-19 tahun, dan umur 20-29 tahun mencapai 54,70 persen. Sedangkan penyalahgunaan narkoba pada usia yang sama mencapai 78 persen dari 3,2 juta penduduk Indonesia yang menggunakan napza.

“Sekalipun di Sultra kasus AIDS jumlahna masih sedikit namun sudah pada tingkat mengkhawatirkan, disebabkan sudah merambah 10 kabupaten dan kota. Ini adalah tanggung jawab kita semua bersama-sama mengatasi persoalan remaja saat ini,” kata Djohansyah disela-sela acara seminar Kesehatan Reproduksi dan pembentukan forum kesehatan produksi remaja di Kendari, Sabtu (20/12).

Direktur advokasi dan KIE BKKBN Pusat, Rukman Heriana mengatakan untuk mengatasi persoalan remaja tersebut, BKKBN bersama DPR telah menyepakati program kesehatan reproduksi remaja sebagai bagian dari program nasional 2000-2004 dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, dengan melibatkan unsur Depkes, Depdiknas, Depsos, Depag, BKKBN dan anak sekolah.

Pada tahun 2004-2009, BKKBN telah menusun strategi dasar dan menetapkan sasaran strategis yang harus dicapai. “Salah satu sasaran tersebut sangat berkaitan dengan kesehatan produksi remaja, yaitu setiap kecamatan memiliki pusat informasi konseling kesehatan reproduksi remaja,” kata Rukman Heriana. (***)

Tidak ada komentar: